Gerakan Bebas Plastik - SMPN 12 Lhokseumawe

Breaking

Saturday, January 23, 2021

Gerakan Bebas Plastik


          SMP Negeri 12 Lhokseumawe telah memulai sebuah gebrakan baru yang berjudul Gerakan Bebas plastik (Gerbastik). Diharapkan gebrakan ini bisa menjadikan SMPN 12 Lhokseumawe terbebas dari sampah plastik. Ide ini muncul dari percakapan antara kepala dan wakil kepala sekolah bagaimana caranya mengurangi sampah plastik yang setiap hari berserakan di halaman sekolah. Meskipun pada pagi hari halaman sudah bersih dari sampah namun tak lama kemudian menjadi kotor kembali karena para peserta didik membuang sampah bekas bungkus makanan dan minuman di sembarang tempat meskipun tong sampah sudah tersedia di berbagai tempat. 

         Sebagai tindak lanjut dari gerakan ini kepada para peserta didik dihimbau untuk membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah. Hal ini sejalan dengan himbauan pemerintah yang menerapkan peraturan untuk tidak membuka kantin di sekolah agar peserta didik terhindar dari kerumunan yang dapat menularkan virus Covid -19. Namun meskipun sudah disarankan untuk membawa bekal makanan dari rumah, banyak peserta didik yang tidak membawanya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain tidak tersedianya makanan di rumah untuk dibawa ke sekolah karena orang tua sudah berangkat pagi-pagi sekali untuk mencari rezeki. Selain itu dikarenakan kesibukan orang tua pagi-pagi harus mengurus pekerjaan rumah tangga sehingga tidak sempat menyediakan bekal. Selanjutnya faktor yang paling dominan adalah rendahnya taraf ekonomi masyarakat sekitar sekolah sehingga hanya mampu menyediakan uang jajan sekitar Rp. 5.000,-  untuk bekal anaknya. Sehingga mau tak mau peserta didik harus jajan di lingkungan sekitar sekolah. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya sampah plastik yang bertebaran di area sekolah sehingga menyebabkan pemandangan yang tak indah dipandang mata.

        Selain himbauan kepada peserta didik untuk membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah, pihak sekolah juga melakukan pendekatan dengan para penjual yang ada di sekitar sekolah. Kepada para penjual makanan ini pihak sekolah menghimbau agar tidak menyediakan plastik sebagai wadah makanan dan minuman. Mereka disarankan untuk meminta tempat makanan dan minuman kepada peserta didik yang ingin berbelanja. Himbauan ini disambut baik oleh para penjual.

        Mudah-mudahan Gerakan Bebas Plastik atau Gerbastik ini bisa bermanfaat bagi sekolah, bagi para peserta didik dan bagi masyarakat lingkungan sekitar serta dunia. Manfaat bagi sekolah tentu saja bisa menjadikan sekolah bersih dan indah terbebas dari sampah plastik. Sedangkan manfaat bagi peserta didik adalah mendidik peserta didik memiliki karakter cinta lingkungan, cinta kebersihan sekaligus memiliki disiplin dan tanggung jawab menjaga kebersihan sekolah. Adapun manfaat bagi masyarakat dan dunia adalah dengan mengurangi sampah plastik kita telah turut andil menyelamatkan pencemaran tanah karena seperti yang kita ketahui bahwa sampah yang dibuang sembarangan terutama sampah plastik dapat menyebabkan pencemaran tanah karena sampah plastik di tanah sulit terurai oleh mikroorganisme. Materi yang tidak terurai ini kemudian menjadi racun bagi makhluk hidup di sekitarnya, termasuk manusia.

         Mari kita sukseskan Gerbastik ini. Cintai lingkunganmu, cintai dunia. Sedikit yang kita lakukan semoga mampu menyumbangkan andil bagi keselamatan dunia. Ayo, kurangi sampah plastik mulai hari ini.

No comments:

Post a Comment